Dalam Kamusku Tinggal Namamu
Angin datang sore-sore
Memberi harum yang asing
Barangkali bunga sedang mekar
Sekuntum bunga yang lain?
Segalanya terjawab dalam detik pertama kau datang
Angin tiba-tiba menepi
Hujan urung berderai
Bunga jadi layu di depan bibirmu
Kau ratakan nuansa di lubuk mata
Lewat bibirmu kutelan rasa kagumku
Kau mengibas udara dengan lembut gerakmu
Tak ada yang berdetak
Walau kata sebenarnya tak berkurang
Dalam kamusku tiba-tiba hanya tinggal namamu
Naja Kosan, 12-Desember 2007
Di Ujung Segala
Langit mengiringku selalu
Merebut satu kesempatan saling bertatap
Kecil harapan terus bicara
Meski waktu terus terhimpit
Dari Timur ku tahu asalmu
Dari mana harus kujawab datangnya rindu?
Oh, pelepah yang hampir rontok ini
Menunggu sentuhan tangan terakhir agar tetap kokoh
Bayangan manusia semakin tua
Angin pun tampak angkuhnya
Kecuali waktu terjepit di belakang Matahari
Aku hampir tak punya lagi tenaga
Untuk mengejarmu
Menahan pelepah dengan sisa kekuatan dan waktu
Naja Kosan, 12-Desember 2007
sajak lucu
13 tahun yang lalu
.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar